Objek
studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability)
seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soeparman
Soemohamidjaja objek studi kewirausahaan meliputi :
- Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha.
- Kemampuan memotivasi diri
- Kemampuan untuk berinisiatif
- Kemampuan berinovasi
- Kemampuan membentuk modal uang atau barang modal.
- Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri selalu tepat waktu dalam tindakan,
- Kemampuan yang dilandasi dasar-dasar keagamaan.
- Kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman yang baik ataupun pengalaman buruk.
Beberapa
bukti empiris telah menunjukkan, salah satunya dalah hasil penelitian
dari David Mc Clelland bahwa kesejahteraan penduduk di suatu negara
dipengaruhi oleh perkembangan ekonominya. Sementara itu perkembangan
ekonomi ditentukan oleh sejauh mana penduduk negara tersebut
mempunyai spirit kewirausahaan.
Spirit
kewirausahaan tidak harus dilakukan dengan cara berwirausaha tetapi
dapat ditumbuhkan dalam organisasi yang disebut sebagai
entrepreneurship.
Realitas memang menunjukkan kerancuan istilah kewirausahaan yang
selalu dikonotasikan dengan berwirausaha (entrepreneurial)
atau wirausahawan (entrepreneur).
Oleh karenanya, perlu diperjelas pengertian ke 3 istilah tersebut.